Tips Memilih Program Studi pada SNMPTN 2014
Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Tahun 2014
telah dibuka kemarin, Senin, 17 Februari 2014. Proses registrasi ini
akan berlangsung hingga 31 Maret 2014 mendatang. Pendaftaran dilakukan
secara online melalui situs resmi panitia http://snmptn.ac.id tanpa
dikenakan biaya. Ratusan ribu, bahkan hingga jutaan, siswa kelas XII
SMA/SMK/MA/MAK dari seluruh penjuru Indonesia, termasuk siswa sekolah
Indonesia di luar negeri, siap bersaing memperebutkan kursi yang
tersebar di 62 PTN peserta SNMPTN.
Sama halnya dengan SNMPTN tahun lalu, panitia menetapkan beberapa
persyaratan pendaftaran, yaitu siswa pendaftar merupakan siswa kelas
XII yang akan mengikuti UN 2014, siswa memiliki Nomor Induk Siswa
Nasional (NISN), siswa terdaftar pada Pangkalan Data dan Sekolah (PDSS),
serta memiliki nilai rapor semester 1 sampai semester 5 yang telah
diisikan pada PDSS. Khusus untuk siswa SMK/MAK dengan masa studi 4
tahun, dipersyaratkan telah mengikuti UN 2013 dan memiliki nilai rapor
hingga semester 7.
Proses pendaftaran SNMPTN
sangat sederhana. Siswa pendaftar cukup menggunakan NISN dan password
yang diberikan Kepala Sekolah untuk login ke laman http://snmptn.ac.id.
Siswa kemudian diharuskan mengisi biodata, pilihan program
studi/jurusan, serta menunggah pas foto resmi terbaru dan dokumen
prestasi tambahan. Setelah rangkaian proses tersebut selesai, siswa
dapat mencetak Kartu Peserta sebagai tanda bukti pendaftaran SNMPTN
2014.
Hati-hati dengan Ketentuan Pilihan Program Studi
Setiap siswa pendaftar SNMTPN dapat memilih sebanyak-banyaknya 2
PTN, dengan syarat salah satu PTN harus berada di provinsi yang sama
dengan SMA asalnya. Namun jika hanya memilih 1 PTN, maka PTN yang
dipilih bebas, dapat berada di provinsi manapun. Siswa kemudian dapat
memilih sebanyak-banyaknya 3 Program Studi (Prodi), dengan ketentuan 1
PTN maksimal hanya 2 Prodi, dan urutan pilihan Prodi - PTN menyatakan
prioritas pilihan.
Mengenai pemilihan prodi, ada hal mendasar yang sering dilupakan siswa,
orang tua, dan sekolah. Setiap siswa kelas XII berhak menjadi peserta
SNMPTN, namun tidak semua siswa memiliki peluang yang sama untuk lulus
pada seleksi ini. Berbeda dengan Ujian Nasional yang bersifat
mengevaluasi, dimana siswa yang mencapai nilai minimum berhak memperoleh
kelulusan. Adapun SNMPTN merupakan proses seleksi yang bertujuan
mencari siswa dengan nilai terbaik sesuai daya tampung pada prodi dan
PTN. Maka tidak ada passing grade untuk masuk prodi - PTN tertentu,
karena besar passing grade akan selalu berubah, tergantung besarnya
nilai siswa pendaftar pada tahun berjalan.
Hal mendasar lain yang kerap dilupakan adalah mekanisme seleksi pada
SNMPTN didasarkan pada prestasi akademik siswa selama mengikuti
pembelajaran di SMA/MA/SMK/MAK. Beberapa parameter lain yang menjadi
acuan, diantaranya adalah akreditasi sekolah, peringkat sekolah,
prestasi lain siswa, rasio antara jumlah pendaftar dan yang diterima
dari peserta SNMPTN sebelumnya, rerata IPK di PTN masing-masing dari alumni asal sekolah pendaftar, serta data pendukung lainnya.
Setiap siswa pendaftar sudah melewati fase tersebut dan memperoleh nilai
rapor pada tiap semester. Dengan demikian, setiap siswa sudah dapat
mengetahui peringkatnya dibandingkan pesaing di sekolah, sehingga dengan
bijak dapat memilih prodi/jurusan yang peluang diterimanya lebih besar.
Siswa yang bijak tentu tidak memaksakan diri memilih prodi/jurusan pada
PTN yang sama dengan siswa lain yang nilai rapor dan peringkatnya di
sekolah lebih baik dari dirinya. Hal tersebut karena tidak mungkin
mahasiswa baru di suatu prodi/jurusan di PTN seluruhnya berasal dari
siswa sekolah yang sama.
Berdasarkan data yang penulis akses dari beberapa sekolah, rata-rata
hanya ada 1 hingga 2 siswa dari sebuah sekolah yang diterima di
prodi/jurusan di PTN yang sama. Kalaupun ada yang lebih dari itu,
kasusnya sangat jarang dan biasanya hanya terjadi di prodi/jurusan yang
daya tampungnya sangat besar, seperti prodi Ilmu Hukum.
Mekanisme Seleksi: Setiap Siswa Berhak Mendaftar, namun hanya Siswa Terbaik yang akan Diterima!
Mekanisme seleksi dilakukan 2 tahap. Pada tahap pertama, siswa diseleksi
di PTN pilihan pertama berdasarkan urutan pilihan prodi. Apabila
dinyatakan tidak lulus pada PTN pilihan pertama, maka akan diseleksi di
PTN pilihan kedua berdasarkan ketersediaan sisa daya tampung.
Pertanyaannya, apakah universitas besar dan favorit seperti UI, ITB,
UGM, dan UNAIR mau dijadikan sebagai pilihan PTN kedua? Jawaban
diplomatis mereka bukannya tidak mau. Masalahnya daya tampung yang
tersedia sudah penuh terisi oleh siswa pendaftar yang memilih UI, ITB,
UGM, dan UNAIR pada PTN pilihan pertama.
Jadi tips bagi adik-adik yang akan mengikuti SNMPTN 2014, tidak
perlu terburu-buru mendaftar. Cari terlebih dahulu informasi mengenai
peringkat kamu di sekolah dan pilihan prodi/jurusan teman-teman di
sekolah kamu yang mempunyai nilai rapor dan peringkat yang lebih baik,
hindari pilihan yang sama dengan mereka. Cari juga info berapa daya
tampung prodi/jurusan di tiap PTN, berapa peminat tahun lalu, sehingga
kamu dapat mengetahui tingkat keketatannya. Jika memungkinkan, cari juga
berapa banyak kakak kelas kamu yang diterima melalui SNMPTN 2013. Cari
infonya sampai detail, berapa yang diterima di Prodi/jurusan yang kamu
minati di tiap-tiap PTN. Makin banyak alumni sekolah kamu yang diterima
tahun lalu, makin besar peluang kamu untuk diterima juga. Kemudian,
meskipun kamu punya kesempatan memilih 2 PTN, maksimalkan pilihan di PTN
pertama.
Timbang semuanya dengan baik dan bijak. Ingat bahwa setiap siswa berhak
mendaftar, namun hanya siswa terbaik yang akan diterima! Semoga
bermanfaat.
By : Informasi SNMPTN dan SBMPTN
By : Informasi SNMPTN dan SBMPTN

{ 0 komentar... read them below or add one }
Post a Comment